Health & Nutrition

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari untuk Jantung Sehat

3 mins 11 March 2019

Mengatur pola makan sehat menjadi salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan jantung. Pola makan memegang peranan penting karena makanan yang tepat bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, gula darah dan kadar insulin, serta mencegah obesitas dan meningkatkan fungsi jantung dan pembuluh darah.

Selain membantu fungsi tubuh, ada juga makanan yang perlu dihindari, karena punya efek buruk pada tubuh yang akhirnya memicu risiko penyakit jantung. Ini dia 4 jenis makanan yang perlu kamu hindari, supaya terhindar dari penyakit jantung.

 

1. Daging yang Diproses dan Makanan Tinggi Kolesterol

Nugget, daging asap, sosis serta kornet termasuk di dalam kategori daging olahan. Daging-daging yang dijual dalam kemasan tersebut biasanya sudah melalui proses pengawetan menggunakan garam, nitrat, serta bahan pengawet lain yang bisa memberi pengaruh buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Sudah ada berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa daging-daging olahan tersebut dapat memperburuk kondisi jantung yang sehat. Belum lagi, kolesterol tinggi yang ada di dalamnya akan dapat menyumbat pembuluh yang memompa darah serta mengirim oksigen ke jantung. Adapun jenis daging olahan dan makanan tinggi kolesterol lainnya yang harus dihindari adalah daging kambing, bebek, kepiting, udang, cumi, mentega, keju, santan kelapa, dan mayones.

 

2. Karbohidrat Olahan

Sebagai sumber energi, karbohidrat merupakan salah satu nutrisi penting untuk tubuh. Namun, para pengidap penyakit jantung sebaiknya menghindari jenis karbohidrat olahan seperti nasi putih, sereal instan, mi instan, roti putih, biskuit, spaghetti, dan makanan yang tinggi gula. Pasalnya, saat proses pengolahan, nutrisi baik seperti serat makanan, mineral, dan asam lemak, justru akan berkurang bahkan hilang. Selanjutnya, ada bahan-bahan berbahaya bagi tubuh yang biasanya turut ditambahkan, seperti lemak trans, fruktosa, juga sodium yang otomatis buatnya tak lagi sehat untuk dikonsumsi, terutama bagi pengidap jantung.

Sejumlah penelitian juga membuktikan bahwa pada dasarnya tubuh tak memiliki kemampuan dalam mengolah fruktosa -- jenis gula yang sulit diolah -- yang mengakibatkan penumpukan lemak. Makanan berfruktosa tinggi akan sangat berbahaya dan membuat kadar kolesterol LDL meningkat, termasuk juga apoliprotein dan trigliserida. Inilah yang jadi pemicu terjadinya penyumbatan atau penyempitan pembuluh arteri.

 

3. Makanan Cepat Saji

Praktis mungkin menjadi alasan jenis makanan ini selalu digemari. Rasanya yang lezat dan menggugah selera, membuatnya kian digemari. Meski begitu, kamu perlu tahu bahwa makanan cepat saji sangatlah berbahaya bagi tubuh. Ini karena tingginya kandungan sodium, lemak trans, karbohidrat dan gula di dalamnya. Ditambah fakta bahwa fast food sangatlah rendah serat dan gizi.

Ketika porsi fast food sangat berlebihan, tak hanya jantung yang bisa terancam kesehatannya, tapi juga liver, ginjal hingga sistem pencernaan bisa terganggu. Belum lagi, makanan cepat saji ini biasanya tinggi garam yang jadi pemicu hipertensi (tekanan darah tinggi). Berikut adalah jenis makanan cepat saji yang perlu kamu hindari: mi instan, keripik kentang, kentang goreng, burger, pizza, dan berbagai makanan kalengan.

 

4. Soda dan Minuman Manis

Kandungan gula yang tinggi dalam minuman manis, punya efek yang sama buruknya dengan karbohidrat olahan. Sejumlah penelitian menunjukkan, mereka yang mengonsumsi soda cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang tidak minum soda. Selain itu, bahan kimia dalam minuman soda dan minuman manis sebenarnya dapat mengubah bakteri pencernaan dan membuat lebih rentan mengalami kenaikan berat badan. Tahukah kamu? Dalam satu kaleng soda atau minuman manis terdapat 10 sendok teh gula, lho.

 

Tip:

Selalu perhatikan dan baca label nutrisi secara seksama tiap kali akan mengonsumsi makanan dalam kemasan. The American Heart Association merekomendasikan untuk konsumsi tidak lebih dari 14 gram lemak jenuh dan lemak trans setiap harinya.

Jumlah kadar garam yang boleh dikonsumsi per harinya tidaklah lebih dari 6 gram.

Semakin mendekati bentuk aslinya, semakin baik nutrisi di dalam makanan tersebut. Makanan yang segar, seperti salad, lalap, aneka tumisan, merupakan pilihan yang tidak pernah salah.

Menerapkan pola makan sehat merupakan investasi penting untuk kesehatan kamu di masa mendatang. Yuk, sayangi jantung kamu dan jaga kondisinya dari sekarang!