Health & Nutrition

Memahami Lebih Dalam tentang Penyakit Jantung Koroner

4 mins 28 January 2021

Penyakit jantung koroner merupakan jenis penyakit kardiovaskular yang diakibatkan adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Serangan jantung ini merupakan pembunuh nomor 1 di dunia. Menurut WHO pada 2016, jumlah orang yang meninggal dunia akibat jantung koroner mencapai 9,4 juta jiwa atau mencapai 126 orang per 100.000 jiwa.

 

Data ini dapat menunjukkan bahwa jantung adalah masalah kesehatan paling penting saat ini yang perlu diperhatikan oleh semua orang di dunia, karena masalah jantung yang dialami dan tidak ditangani sedini mungkin dapat berisiko fatal hingga berujung kematian. Serangan jantung memang bukanlah jenis penyakit yang mudah untuk dideteksi sejak dini.

 

Banyak kasus jantung koroner bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya gejala yang jelas sebelumnya. Bahkan, penyakit jantung ini bukan hanya menyerang orang dewasa usia lanjut saja namun juga berisiko menyerang orang dewasa muda yang berusia 20 hingga 30 tahun.

 

 

Mengapa Penyakit Jantung Koroner Begitu Mematikan?

 

Kefatalan dari serangan jantung koroner diakibatkan adanya penumpukan plak atau timbunan lemak yang terdapat di arteri koroner. Ketika penumpukan plak tersebut semakin banyak, hal ini akan mempersempit arteri koroner. Sehingga, membuat aliran darah ke jantung menjadi terganggu dan semakin berkurang. Kondisi berkurangnya aliran darah yang membawa kaya oksigen menuju jantung akibat adanya penumpukan plak dapat memicu gejala jantung koroner dan bila sudah kronis bisa menimbulkan serangan jantung hingga berujung kematian.

 

 

Beragam Penyebab Jantung Koroner

 

Selain disebabkan oleh penumpukan plak (lemak) di arteri koroner. Ternyata, ada pula berbagai penyebab lainnya yang bisa memicu jantung koroner dari kebiasaan buruk hingga riwayat penyakit lainnya di antaranya:

 

1.  Merokok

Memiliki kebiasaan merokok setiap harinya merupakan salah satu faktor penyebab yang dapat meningkatkan risiko jantung koroner. Karena ada banyak sekali zat-zat yang terkandung di rokok yang dapat menyebabkan penyempitan di pembuluh darah. Zat-zat yang ada di rokok misalnya nikotin dan tar adalah sebagian kecil zat rokok yang dapat memicu serangan jantung akibat pembuluh darah mengalami peradangan.

 

Kondisi ini akan membuat plak aterosklerosis yang menempel di dinding pembuluh darah menjadi semakin progresif dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah inilah yang membuat perokok aktif menjadi lebih rentan dan berisiko terkena serangan jantung koroner dibanding orang-orang yang tidak merokok.

 

2.  Kolesterol

Tingginya Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kadar kolesterol jahat di tubuh. Hal ini bisa menjadi penyebab jantung koroner akibat tingginya LDL yang cenderung menempel dan menimbun di arteri koroner.

 

3.  Diabetes

Memiliki riwayat penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jantung koroner hingga 2x lipat. Hal ini bisa terjadi karena penderita diabetes memiliki dinding pembuluh darah yang lebih tebal. Tebalnya dinding pembuluh darah arteri ini dapat mengganggu aliran darah ke jantung.

 

4.  Adanya Penggumpalan Darah

Penggumpalan darah ini bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok yang membuat adanya peradangan di dinding pembuluh darah dan pecah hingga membentuk gumpalan darah yang bisa menghambat aliran darah ke jantung. Selain itu, gumpalan darah di pembuluh darah dapat disebabkan oleh berbagai hal misalnya kadar kolesterol tinggi, gula darah yang tidak terkontrol, dan stres berlebihan.

 

5.  Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Penyebab sakit jantung koroner yang terakhir adalah memiliki tekanan darah tinggi. Hal ini bisa kamu pastikan dengan rutin mengecek tekanan darah di klinik maupun rumah sakit terdekat. Tekanan darah yang dapat dikatakan tinggi, apabila memiliki tekanan sistolik kisaran 130 mmHg atau tekanan diastolik berada di kisaran 80 mmHg.

 

Tekanan sistolik menunjukkan berapa tekanan darah Anda saat jantung berkontraksi ketika memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan, tekanan diastolik adalah ukuran tekanan darah saat otot jantung meregang ketika menerima aliran darah. 

 

Berbagai penyebab di atas adalah pemicu sakit jantung koroner yang bisa didorong oleh kebiasaan buruk seperti merokok dan memiliki riwayat penyakit yang langsung berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.

 

 

Gejala-gejala Penyakit Jantung Koroner yang Harus Diketahui

 

Memiliki pengetahuan tentang risiko dan bahaya penyakit jantung koroner merupakan langkah penting bagi Anda agar bisa lebih aware lagi dengan penyakit paling mematikan ini. Salah satunya yakni mengetahui apa saja gejala dan tanda-tandanya seperti berikut:

 

1.  Sesak Napas

Gangguan pada jantung yang diakibatkan menurunnya fungsi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh akan membuat Anda menjadi sesak napas. Karena jantung tidak bisa memompa darah dalam jumlah yang cukup ke seluruh tubuh.

 

2.  Nyeri Dada

Gejala jantung koroner yang berikutnya adalah mengalami nyeri dada. Walaupun begitu, rasa nyeri dada yang dirasakan tidak semerta-merta berarti penyakit jantung koroner. Karena penyumbatan darah yang terjadi di arteri koroner mengalami pembengkakan dengan menunjukkan tanda-tanda seperti merasakan rasa nyeri di dada.

 

3.  Mual dan Muntah

Gangguan pada pembuluh darah yang membuat adanya sumbatan, hal ini secara tidak langsung membuat otot-otot jantung mengalami kekurangan oksigen. Kondisi ini bisa memicu gejala iskemia, dimana tubuh berkeringat secara berlebihan, tubuh lemas, serta mual dan muntah. Gejala serangan jantung yang pada umumnya terjadi dapat disertai tekanan di dada, nyeri di bahu atau lengan, serta sesak napas dan keringat dingin. Namun, ada pula gejala serangan jantung lainnya seperti mual dan kelelahan.

 

 

Diagnosa Jantung Koroner

 

Untuk lebih memastikan kembali apakah tanda-tanda yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya berhubungan dengan sakit jantung koroner. Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit terdekat.

 

Selanjutnya dokter akan menjalankan tes darah, guna mengetahui kadar kolesterol di tubuh. Namun, dokter juga perlu melakukan beberapa metode pengecekan agar hasil diagnosa lebih akurat misalnya foto rontgen, CT scan dan MRI scan, uji tekanan, ekokardiografi, pemeriksaan enzim jantung, dan pemeriksaan radionuklir.

 

 

Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

 

Penanganan medis bagi penderita jantung koroner bisa melalui perubahan pola hidup dan minum obat-obatan yang bisa mengatasi sakit jantung koroner tersebut. Kebiasaan yang perlu diterapkan pada masa pengobatan jantung koroner di antaranya:

 

  • Tidak merokok.
  • Mengurangi minum minuman beralkohol.
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Manajemen stres.
  • Menjaga berat badan agar ideal.  

 

Keenam kebiasaan ini adalah pola hidup yang perlu Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari bila diagnosa mengalami penyakit jantung koroner. Sedangkan, untuk resep obat-obatan yang perlu diminum. Umumnya, dokter akan memberikan jenis obat-obatan sebagai berikut:

 

  • Pengencer darah.
  • Statin.
  • Diuretik.
  • Antagonis kalsium.
  • Nitrat.
  • Penghambat beta.
  • Obat untuk penghambat enzim pengubah angiotensin.
  • Angiotensin ll receptor blockers (ARB).

 

Kedelapan jenis obat-obatan ini merupakan resep obat yang biasanya diberikan oleh dokter untuk pasien penyakit jantung koroner. Obat-obatan tersebut dapat mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah di tubuh.

 

Jika penerapan pola hidup sehat dan minum obat-obatan yang diberikan dokter sudah dijalankan namun belum bisa mengobati masalah jantung koroner. Dokter dapat menindaklanjuti masalah jantung ini dengan melakukan beberapa prosedur medis untuk mengatasi penumpukan plak di pembuluh darah arteri koroner di antaranya memasang ring jantung, bypass jantung, atau transplantasi jantung.

 

Di antara ketiga prosedur medis di atas, prosedur untuk transplantasi jantung adalah langkah terakhir yang akan diambil dokter untuk menyelamatkan nyawa penderita sakit jantung koroner. Karena saat kondisi tersebut, kerusakan jantung sudah sangat parah dan perlu dilakukan penggantian dengan jantung yang sehat dari pendonor.

 

 

Bagaimana Mencegah Penyakit Jantung Koroner

 

Lebih baik mencegahnya lebih awal daripada mengobatinya di kemudian hari. Hal ini berlaku untuk semua jenis penyakit, salah satunya yakni penyakit jantung koroner yang merupakan pembunuh nomor 1 di dunia. Anda bisa mencegah risiko terkena sakit jantung koroner dengan menerapkan berbagai langkah-langkah pencegahan di antaranya:

 

1.  Pola Makan Sehat

Mengonsumsi makanan yang dapat menyehatkan jantung sangat disarankan untuk Anda agar bisa terhindar dari risiko terkena jantung koroner. Makanan-makanan sehat untuk jantung dapat berupa buah-buahan, makanan tinggi serat, dan sayur-sayuran segar. Hindari makan makanan yang tinggi lemak jenuh karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh misalnya mentega, krim, sosis, makanan yang mengandung minyak kelapa, serta kue dan biskuit.

 

Melainkan, Anda bisa mengganti pola makan yang lebih sehat misalnya yang bersumber dari minyak ikan, alpukat, kacang-kacangan dan biji-bijian, minyak bunga matahari, minyak olive, dan minyak sayur. Semua jenis makanan ini kaya lemak tidak jenuh dan sangat baik untuk mengurangi terjadinya penyumbatan di pembuluh darah arteri.

 

2.  Berhenti Merokok

Menjauhi kebiasaan merokok dapat berdampak langsung pada kesehatan jantung. Karena di rokok terdapat banyak kandungan zat-zat yang bisa memicu peradangan di dinding pembuluh darah dan sewaktu-waktu bisa pecah menjadi gumpalan darah yang menghambat aliran darah ke Jantung misalnya nikotin dan tar.

 

3.  Kelola Stres

Menjaga kesehatan jantung Anda dengan mengelola stres dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti memastikan tubuh tetap terhidrasi, meditasi dan bergerak aktif. Intinya, Anda perlu mengelola stres dengan melakukan berbagai hal positif yang dapat membantu mengurangi rasa stres tersebut, karena saat stres, seseorang akan cenderung memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi. Hal ini membuat pembuluh darah menjadi menebal dan seiring berjalannya waktu dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku, dan membuat jantung bekerja ekstra keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

 

4.  Istirahat Cukup

Selalu tidur minimal 6-9 jam per hari adalah bagian dari manajemen stres agar terhindar dari risiko terkena penyakit jantung koroner. Lantaran, ketika Anda cukup tidur membuat tekanan darah menjadi turun. Sebaliknya, kurang tidur membuat tekanan darah naik bila kebiasaan ini terus dilakukan dalam periode yang lama akan membuat seseorang berpotensi terkena hipertensi yang menjadi cikal bakal dari penyakit serius lainnya seperti jantung koroner dan stroke.

 

5.  Jaga Kadar Kolesterol

Memiliki pola makan sehat dan teratur, dan menjauhkan diri dari kebiasaan makan makanan tinggi lemak jenuh adalah langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk tetap menjaga kadar kolesterol agar tetap normal dan tidak memicu berbagai macam penyakit serius lainnya seperti jantung, stroke, hipertensi, dan sebagainya.

 

6.  Rajin Berolahraga

Membiasakan diri secara rutin untuk berolahraga minimal 5 kali dalam seminggu dengan durasi sekitar 30 menit per hari dapat menjaga jantung Anda tetap sehat. Selain itu, berolahraga rutin juga dapat membantu menurunkan berat badan dan memperoleh berat badan yang ideal.

Pilihan jenis olahraga yang baik untuk jantung misalnya berenang, senam, yoga, bersepeda, dan lari pagi. Kelima jenis olahraga ini adalah jenis olahraga yang tidak terlalu menguras fisik dan energi dan sangat baik untuk menjaga ritme jantung.

 

 

Mendukung Pencegahan Penyakit Jantung Koroner dengan Anlene

 

Memilih makanan yang tinggi lemak tidak jenuh dan rutin berolahraga merupakan cara ampuh untuk menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner. Walaupun begitu, Anda juga perlu melengkapi kebiasaan sehat tersebut dengan segelas Anlene Gold Plus setiap harinya yang mengandung tinggi serat, sumber kalium, rendah kolesterol dan rendah lemak jenuh, dan tanpa adanya penambahan gula.

 

Dengan Anlene Gold Plus, Anda tidak perlu khawatir dengan risiko penyakit yang bisa ditimbulkan dari tekanan darah tinggi, kadar kolesterol, dan kadar gula darah yang bisa memicu berbagai penyakit seperti jantung koroner, karena kandungan yang terdapat di susu Anlene Gold Plus dapat menurunkan kolesterol darah, menjaga tekanan darah normal, dan menjaga tingkat gula darah sebagai penangkal gangguan pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.

 

Untuk mendukung kebebasan gerak aktif setiap harinya, Anlene Gold Plus juga dilengkapi nutrisi penting lainnya seperti kalsium, kalium, dan kolagen yang dapat melindungi kesehatan tulang, sendi, dan otot untuk menunjang aktivitas Anda sehari-hari maupun saat berolahraga.