Health & Nutrition

Pilihan Sayur dan Buah yang Baik untuk Jantung & Kesehatan Tubuh

3 mins 13 August 2018

Menjaga kesehatan jantung--termasuk menghindari risiko terkena penyakitnya-bisa dimulai dengan memperhatikan jenis makanan yang kamu konsumsi. Salah satunya, dengan rutin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang dikenal dengan sumber vitamin yang baik, rendah kalori dan kaya serat makanan. Tidak lupa dilengkapi dengan konsumsi susu.

Ada ragam jenis sayuran dan buah yang baik untuk jantung dan bisa dikonsumsi sehari-hari. Namun, sebelum mengetahui apa saja jenisnya, ada baiknya Anda mengetahui lebih banyak tentang penyakit jantung dan bahayanya bagi kesehatan.

 

Penyakit Jantung Banyak Memakan Korban

Penyakit jantung masih menjadi isu kesehatan dunia. Berdasarkan data WHO tahun 2015, 70% kematian atau 39,5 juta dari 56,4 kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular. 45% atau 17,7 juta kematian tersebut disebabkan oleh penyakit jantung.

Di Indonesia, penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu menurut data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2017. Bahkan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), terdapat peningkatan kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah dari tahun ke tahun. Setidaknya 15 dari 1000 orang Indonesia menderita penyakit jantung.

Penyakit jantung dan pembuluh darah terjadi jika terdapat gangguan fungsi jantung karena otot jantung kekurangan darah sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah koroner. Gejalanya diikuti rasa nyeri atau tidak nyaman di dada. Bahkan, jika melakukan aktivitas berat, dada akan terasa sesak atau tertekan.

Penderita penyakit jantung lebih sering dijumpai pada wanita, lansia, masyarakat yang bertingkat pendidikan rendah, tidak bekerja, dan orang perkotaan. Penyakit jantung telah menghabiskan biaya pelayanan kesehatan yang besar.

Jaminan Kesehatan Nasional telah mengeluarkan 52% atau sekitar 6,7 triliun rupiah dari total biaya pelayanan kesehatan penyakit katastropik. Maka dari itu, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah kejadian penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah.

Anda juga bisa berkontribusi dalam tindakan pencegahan ini dengan melakukan tindakan preventif agar tidak terkena penyakit tidak menular. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi sayuran untuk penderita jantung dan buah yang baik untuk jantung. Apa saja? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

 

Sayur dan Buah yang Baik untuk Jantung

Berikut adalah pilihan sayur dan buah yang tepat untuk mengoptimalkan kinerja jantung agar lebih kuat dan sehat. Mari disimak!

Sayuran

Sayuran hijau dan sayuran lainnya mengandung banyak serat, vitamin, dan mineral seperti kalium dan magnesium yang berguna untuk menjaga kesehatan jantung dan memperbaiki sirkulasi darah. Penasaran sayuran apa saja yang baik untuk jantung kamu? Berikut pilihannya:

●  Bayam, kale, selada, hingga kangkung dan sayuran hijau berdaun besar lainnya mengandung vitamin K dan nitrat, yang dapat membantu mengurangi tekanan darah sekaligus meningkatkan fungsi arteri. Studi menunjukkan bahwa asupan sayuran hijau yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

●  Brokoli dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan serangan jantung. Brokoli mengandung sulforaphane, antioksidan yang telah diteliti terbukti memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Brokoli juga kaya akan serat sehingga dapat menurunkan kolesterol jahat.

●  Tomat dan wortel mengandung likopen yang bantu menurunkan kolesterol jahat dari aliran darah dan serat yang membantu menghilangkan penyumbatan pada arteri.

●  Paprika akan bantu menurunkan kadar kolesterol dan mengontrolnya untuk tetap normal. Flavonoid dalam kandungan paprika dapat membantu mencegah penyakit jantung, menurunkan hipertensi dan menjaga tekanan darah untuk tetap normal.

●  Labu siam dengan kandungan vitamin B3, B5, selenium, kalium, nutrium, saponin, tanin, dan alkaloid berfungsi baik dalam menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah. Selain bersifat diuretik, labu siam bisa membuka pembuluh darah yang tersumbat. Oleh sebab itulah, labu siam bisa meredam hipertensi.

 

Buah-buahan

Seperti sayuran, buah pun padat dengan serat, kalium dan magnesium dan umumnya rendah lemak. Berikut pilihan terbaik untuk kinerja jantung kamu:

●  Nanas kaya akan vitamin A dan C sangat dibutuhkan oleh jantung untuk melawan radikal bebas dan menurunkan kadar kolesterol sehingga kinerja jantung lebih baik dan kuat.

●  Apel mengandung vitamin C, serat serta flavonoid yang sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Berbagai studi mengenai flavonoid menunjukkan bahwa jenis antioksidan ini dapat mengurangi risiko penyakit jantung sekaligus stroke.

●  Bluberi sangat tinggi serat, vitamin C, vitamin K, mineral dan antioksidan (bahkan tertinggi dari buah yang lainnya) yang dapat mencegah radikal bebas, menurunkan kolesterol, dan melebarkan pembuluh darah.

●  Melon mengandung vitamin A, B6, dan C, folat, potasium, dan serat yang bermanfaat untuk mencegah hipertensi dan membantu memompa darah ke seluruh tubuh.

●  Alpukat dengan kandungan gula yang rendah serta kalium yang tinggi ini bisa membantu memperbaiki masalah yang terkait dengan irama jantung. Kalium berperan dalam menjaga keteraturan irama jantung. Selain itu, bantu menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat hingga mencegah stroke.

●  Kiwi memiliki kandungan vitamin C yang tinggi bisa menangkal radikal bebas dalam tubuh dan membuat pembuluh darah menjadi elastis. Kondisi pembuluh darah yang seperti ini akan membuat sirkulasi darah menjadi lancar dan membuat jantung menjadi lebih kuat.

 

Kebiasaan yang Berdampak Buruk pada Kesehatan Jantung

Selain mengonsumsi sayuran untuk penderita jantung dan buah yang baik untuk jantung sehat, Anda juga perlu menghindari berbagai kebiasaan yang berdampak buruk pada kesehatan jantung. Berikut ini kebiasaan buruk yang perlu Anda hindari jika tidak ingin terkena penyakit jantung:

1.      Makan Tidak Terkendali

Salah satu faktor pemicu penyakit jantung adalah kelebihan berat badan dan obesitas. Untuk menghindari masalah ini, Reynolds yang menjabat sebagai Associate Director dari Cardiovascular Clinical Research Center di New York University menyarankan untuk menghindari makan secara berlebihan. Sebaiknya kurangi porsi makanan, khususnya untuk makanan dengan kalori tinggi. Hindari juga mengonsumsi minuman manis dan gantilah dengan air putih.

2.      Kurang Tidur

Ketika Anda bekerja sepanjang hari, jantung akan berusaha keras untuk memompa darah. Namun, dengan tidur yang cukup, Anda memberikan waktu istirahat pada tubuh termasuk sistem jantung dan peredaran darah. Selama fase pertama tidur, denyut jantung dan tekanan darah akan menurun.

Kemudian, di fase kedua detak jantung dan tensi akan naik turun. Perubahan fase ini dapat meningkatkan kesehatan jantung. Sebaliknya, bila Anda sering kurang tidur atau tidur terlalu larut, hormon kortisol dan adrenalin akan semakin meningkat dan menyebabkan stres serta membuat jantung bekerja keras tanpa istirahat.

3.      Merokok

Risiko penyakit jantung dapat terjadi jika Anda memiliki kebiasaan merokok. Tembakau yang terdapat pada rokok bisa merusak pembuluh darah dan jantung. Selain itu, nikotin juga dapat meningkatkan tekanan daran dan karbon monoksida sehingga mengurangi jumlah penyerapan oksigen dalam darah. Bukan hanya perokok aktif saja yang berisiko terkena penyakit jantung, tapi perokok pasif pun terancam mengalami risiko yang sama.

4.      Mengonsumsi Alkohol Berlebihan

Berlebihan dalam mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Kandungan dalam minuman beralkohol bisa meningkatkan kadar trigliserida atau bentuk kolesterol yang mampu mengeraskan arteri. Konsumsi alkohol tidak boleh lebih dari satu gelas per hari untuk wanita dan maksimal dua gelas per hari untuk pria.

5.      Duduk Terlalu Lama

Jika sering duduk terlalu lama, Anda berisiko terkena penyakit stroke dan jantung. Saat tubuh kurang bergerak, kadar lemak dan gula dalam darah akan meningkat. Oleh karena itu, hindari duduk terlalu lama dan biasakan untuk berjalan-jalan secara berkala. Sempatkan juga untuk berdiri jika Anda merasa terlalu lama duduk.

6.      Tidak Mengelola Stres

Saat merasa stres, sebaiknya segera cari pertolongan orang lain bila Anda tidak bisa mengatasinya sendiri. Kelola stres dengan cara menceritakan masalah kepada orang terdekat dan terpercaya, bersosialisasi, berjalan-jalan atau tertawa bersama teman-teman. Jika tidak diatasi, stres bisa memicu tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

7.      Kurang Olahraga

Tidak konsisten dalam berolahraga juga bisa memicu penyakit jantung. Untuk mencegahnya, Anda dianjurkan untuk rutin berolahraga. Sebagai permulaan, mulailah dengan olahraga intensitas ringan sampai Anda terbiasa melakukannya secara rutin.

Ubah kebiasaan buruk jadi pola hidup yang sehat dan dukung dengan konsumsi Anlene setiap hari. Anlene tidak hanya akan membuat tulang, otot dan sendi jadi lebih kuat, tetapi juga akan membantu mendukung pola hidup sehat Anda untuk tubuh sehat.