Body & Mind

Puasa Bukan Alasan untuk Tidak Beraktivitas Fisik

5 mins 16 April 2021

Menahan lapar dan dahaga dari pagi hingga petang memang cukup berat. Tantangannya pun akan terasa semakin berat jika tubuh tidak lagi prima. Namun hanya mengandalkan konsumsi makanan sehat saja tidaklah cukup. Anda juga butuh aktivitas fisik untuk memastikan tubuh cukup kuat dan siap melaksanakan ibadah puasa.

Melakukan aktivitas fisik, khususnya olahraga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama berpuasa. Tubuh akan terasa bugar. Tidak ada lagi lesu atau loyo selama menjalankan ibadah puasa. Sebaliknya, semangat beribadah dan beraktivitas justru semakin terjaga.

 

Manfaat Olahraga Saat Puasa

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, olahraga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa. Ini hanyalah salah satu manfaat yang bisa diperoleh. Di samping menjaga kebugaran tubuh, olahraga saat berpuasa juga memiliki manfaat lain.

 

● Membantu Mengusir Kantuk

Sering mengantuk saat berpuasa? Hal ini sangat wajar terjadi. Saat kekurangan energi, tubuh akan terasa lemas dan kantuk pun mulai melanda. Melakukan apapun rasanya juga malas. Kantuk dan rasa malas bisa menjadi masalah.

Jika dibiarkan, ada banyak konsekuensi yang tentunya tidak ingin Anda hadapi. Aktivitas olahraga mendorong tubuh untuk membakar lemak dan mengubahnya menjadi energi. Karena itulah, rasa kantuk dan malas hilang saat Anda mulai berolahraga.

 

● Membantu Menurunkan Berat Badan

Jika ingin menurunkan berat badan, tidak ada waktu yang lebih baik dari bulan Ramadhan. Konsumsi makanan dipangkas. Jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh dan ditimbun dalam bentuk lemak juga semakin sedikit. Ditambah dengan aktivitas fisik, bisa dibayangkan berapa banyak kalori yang dipangkas.

Berolahraga saat puasa terbukti bisa mengoptimalkan usaha menurunkan berat badan. Hanya dengan berpuasa selama satu bulan saja, tidak sedikit orang yang berat badannya turun 2 kg. Belum lagi jika ditambah dengan olahraga. Jadi jika Anda ingin menurunkan berat badan agar lebih ideal, saat puasa jangan lupa berolahraga.

 

● Memperlancar Detoksifikasi Tubuh

Setiap harinya, tubuh seakan tidak berhenti terpapar zat-zat berbahaya. Sebut saja polusi atau makanan yang tidak sepenuhnya bersih dan dikonsumsi. Meski kadarnya sedikit, zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh akan terus terakumulasi.

Itulah kenapa tubuh melakukan detoksifikasi sebagai mekanisme pertahanan diri. Puasa pada dasarnya mendorong detoksifikasi tubuh. Namun saat Anda menambahkannya dengan olahraga, aliran darah dan getah bening menjadi lebih lancar. Detoksifikasi pun berjalan lebih baik.

 

● Mencegah Diabetes

Penyebab paling umum dari penyakit diabetes adalah gaya hidup yang buruk. Salah satunya adalah kebiasaan mengkonsumsi gula secara berlebih. Padahal, konsumsi gula di bulan puasa umumnya mengalami peningkatan.

Risiko diabetes pun ikut meningkat karenanya. Untuk mengimbangi hal tersebut, pastikan untuk menjaga aktivitas fisik. Olahraga harus tetap dilakukan. Dengan demikian, Anda tetap bisa berbuka dengan yang manis tanpa khawatir dengan risiko diabetes lagi.

 

● Membantu Mengurangi Stres

Saat berolahraga, ada sensasi yang sering muncul dan dirasakan. Senang dan bahagia, itulah emosi yang kerap muncul saat Anda berolahraga. Perasaan senang ini dipicu oleh produksi hormon endorfin yang dikeluarkan saat melakukan aktivitas olahraga. Jika olahraga dilakukan secara rutin, perasaan senang tersebut akan terjaga. Stres yang sering melanda juga akan berkurang dengan sendirinya.

 

Panduan Berolahraga Saat Puasa

Kebaikan olahraga di saat puasa telah terbukti secara nyata. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung aktivitas olahraga saat puasa. Situasi dan kondisi yang berbeda mengharuskan Anda untuk menerapkan strategi yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, berikut panduan berolahraga saat puasa.

 

● Pilih Waktu yang Tepat

Ada korelasi antara waktu Anda berolahraga dengan manfaat yang didapat nanti. Selain itu, setiap waktu yang dipilih juga memiliki konsekuensi yang berbeda terhadap tubuh. Saat berpuasa, setidaknya ada 3 pilihan waktu yang direkomendasikan. Anda bisa memilih antara sebelum sahur, sebelum berbuka dan setelah sholat Tarawih atau sebelum tidur.

Jika ingin meningkatkan kebugaran tubuh saat berpuasa, olahraga ringan sebelum sahur adalah pilihan yang tepat. Namun jika ingin menurunkan berat badan, lebih direkomendasikan berolahraga ringan sebelum waktu berbuka. Berolahraga setelah berbuka juga bagus untuk tubuh. Di waktu inilah Anda bisa melakukan olahraga dengan intensitas berat.

 

● Pilih Jenis Olahraga yang Sesuai

Sebenarnya semua jenis olahraga boleh dilakukan. Hanya saja, semua kembali pada kondisi tubuh Anda. Namun, ada beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan seperti jogging, kardio calisthenic, jalan santai, bersepeda atau yoga. Anda juga bisa melakukan olahraga yang sederhana di rumah seperti push up & sit up atau naik turun tangga.

 

● Perhatikan Durasi dan Intensitasnya

Olahraga saat puasa juga perlu diperhatikan durasi dan intensitasnya. Idealnya, olahraga dilakukan selama 30 - 45 menit setiap sesinya. Dalam satu minggu, sedikitnya lakukan olahraga secara rutin, yakni antara 4 – 5 sesi.

 

● Perhatikan Kondisi Tubuh

Hal penting lainnya adalah kondisi tubuh. Sesuaikan olahraga yang Anda lakukan dan durasinya dengan kondisi tubuh Anda. Bila kondisi tubuh dirasa tidak memungkinkan, sebaiknya urungkan niat olahraga Anda.

 

● Pastikan Asupan Nutrisi Terpenuhi

Untuk memastikan tubuh Anda selalu fit untuk berolahraga, pastikan nutrisi-nutrisi penting tubuh terpenuhi secara rutin. Olahraga adalah salah satu komponen penting dalam menjaga kebugaran fisik. Namun olahraga tetap harus ditunjang dengan konsumsi makanan dan minuman dengan nutrisi yang lengkap.

Pastikan menu sahur dan menu berbuka terdiri atas makanan dan minuman yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi secara lengkap, yang terdiri atas:

  • Karbohidrat yang menjadi sumber energi utama yang digunakan tubuh untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
  • Protein yang tidak hanya membantu mempercepat terbentuknya jaringan otot, tetapi juga sebagai glikogen yang dipecah tubuh agar tetap berenergi.
  • Vitamin dan mineral yang menjadi nutrisi penting untuk menjaga tubuh tetap sehat yang dapat diperoleh melalui konsumsi buah dan sayuran.
  • Lemak baik atau lemak sehat yang juga penting dalam membantu penyerapan vitamin oleh tubuh.
  • Serat yang membantu memperlambat proses konversi karbohidrat ke gula yang pada akhirnya bisa membantu tubuh jadi kenyang lebih lama.

 

Selain nutrisi-nutrisi di atas, jangan lupa pastikan tubuh Anda terhidrasi dengan baik dengan minum air putih yang banyak. Dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh bisa menyebabkan masalah-masalah dan penyakit yang serius yang akan mengganggu aktivitas dan puasa Anda.

Semua nutrisi penting di atas bisa Anda peroleh dengan konsumsi makanan dan minuman yang lengkap dan seimbang, dan lengkapi dengan minum Anlene yang tinggi kalsium, kolagen, protein, dan vitamin B2, B6, B12, C, D, E, zinc dan magnesium yang sangat baik untuk mendukung Anda bergerak dan beraktivitas, dan juga bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Ada 2 pilihan produk Anlene untuk Anda, yaitu Anlene Actifit yang memberikan 2x kalsium lebih banyak dibandingkan susu biasa untuk tulang yang kuat, 8000 mg protein untuk kekuatan otot, dan 100 mg kolagen untuk sendi yang kuat.

Lalu, ada Anlene Gold Plus yang tidak hanya mengandung kalsium, protein dan kolagen untuk tulang, otot dan sendi yang kuat, tetapi juga 3000 mg serat pangan untuk menurunkan kolesterol, 525 mg kalium untuk menjaga tekanan darah, serta tanpa tambahan gula untuk menjaga kadar gula darah.

Minum segelas Anlene tiap sahur dan berbuka puasa untuk menjaga tulang, sendi dan otot tetap kuat dalam mendukung gerak aktif Anda setiap hari, supaya tubuh selalu sehat dan bugar dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan ini.