Body & Mind

Apa Itu Protein dan Apa Fungsinya bagi Tubuh?

4 mins

Sama halnya seperti karbohidrat dan lemak, protein merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan untuk menjaga metabolisme dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Protein bisa Anda dapatkan dari sumber hewani atau nabati. Saat Anda mengonsumsi hidangan yang mengandung protein, sistem pencernaan akan memecahnya menjadi asam amino. Jenis asam tersebut nantinya akan tersebar ke seluruh tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi, membentuk hormon dan enzim, juga mendukung imunitas tubuh.  Lalu apa itu protein dan apa fungsi protein untuk tubuh kita?

Apa Itu Protein?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita mendiskusikan apa itu protein dan seberapa penting zat ini bagi tubuh. Protein merupakan satu dari tiga jenis zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh. Zat gizi ini terdiri dari beberapa unsur kimia seperti karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N). Unsur lain seperti fosfor dan sulfur pun terkadang ikut andil dalam proses pembentukan protein.

Menurut tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG), usia 17–60 tahun disarankan perlu mengonsumsi protein sekitar 62–66 gram per hari bagi pria dan 56–59 gram per hari bagi wanita. Namun, jumlah asupan protein harian juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, tergantung dari usia, kepadatan aktivitas, dan tingkat stres metabolik.

Dari penjelasan seputar protein di atas, dapat dipahami bahwa zat ini sangat diperlukan oleh tubuh. Protein bahkan bisa membantu memperbaiki jaringan sel yang rusak sehingga mampu kembali bekerja dengan optimal. Protein juga merupakan zat gizi yang ditemukan di seluruh tubuh termasuk rambut, otot, tulang, dan kulit. Bahkan, 20% tubuh manusia itu terbentuk karena protein.

Protein terbentuk dari bahan pembangun yang dikenal dengan asam amino. Terdapat sekitar 20 jenis asam amino. Sembilan di antaranya merupakan asam amino esensial, sedangkan sisanya merupakan asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Namun, lain halnya dengan asam amino esensial yang memerlukan sumber lain agar tubuh terus mendapatkan asupan asam amino esensial. Asam amino tersebut meliputi:

  1. Isoleusina

  2. Lisina

  3. Metionina

  4. Treonin

  5. Valina

  6. Histidina

  7. Leusina

  8. Fenilalanina

  9. Triptofan

Sembilan asam amino esensial di atas diperoleh dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, baik bersumber dari hewani maupun nabati.

Apa Fungsi Protein Bagi Tubuh?

Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai fungsi protein bagi tubuh.

  1. Membangun dan Memperbaiki Jaringan Tubuh

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, protein berperan penting dalam memperbaiki sel tubuh yang rusak. Protein juga berfungsi memelihara sel yang terdapat di seluruh tubuh agar bisa berfungsi secara optimal. Biasanya, jumlah protein yang diperlukan untuk memperbaiki dan membangun sel tubuh akan stabil setiap harinya.

  1. Membentuk Hormon dan Enzim

Sel mengandung enzim yang berfungsi menimbulkan reaksi biokimia dalam tubuh. Enzim akan bereaksi ketika terjadi kontraksi otot, pencernaan makanan, dan penghancuran racun. Enzim tersebut terbentuk karena adanya protein. Selain itu, protein juga bertugas membentuk hormon tubuh. Hormon berfungsi mengirimkan sinyal sekaligus mengatur proses biologis antara jaringan, organ, dan sel.   

  1. Sumber Energi

Selain karbohidrat dan lemak, protein merupakan sumber energi yang diperlukan oleh tubuh. Lemak memasok energi sebanyak 9 kalori/gram, sedangkan karbohidrat dan protein memasok sebanyak 4 kalori/gram. Untuk memperoleh energi, tubuh akan mengandalkan lemak dan karbohidrat. Sementara itu, protein disimpan sebagai cadangan dan akan digunakan saat tubuh membutuhkannya. Sebagai contoh, saat Anda berpuasa dan tidak mendapatkan asupan makanan selama berjam-jam, protein akan bekerja untuk menghasilkan energi bagi tubuh.

  1. Membentuk Antibodi

Fungsi protein yang tidak kalah pentingnya yaitu membantu pembentukan imunoglobulin atau antibodi. Imunoglobulin memiliki peranan sebagai pelindung tubuh dari serangan virus atau bakteri. Ketika tubuh menghasilkan antibodi terhadap virus atau bakteri, sel-sel imun akan kembali memproduksi antibodi untuk melawannya. Jadi, ketika virus atau bakteri yang sama menyerang kembali, tubuh Anda mampu melawannya dengan cepat.

Tidak hanya empat fungsi utama di atas, protein juga berperan sebagai penyeimbang pH dan jumlah cairan dalam darah, menyimpan cadangan nutrisi, dan menjadi media bagi senyawa kimia untuk melewati aliran darah.

Bila Anda mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan protein harian karena masalah medis lain seperti alergi, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter atau ahli gizi. Dengan begitu, masalah tersebut tidak akan menghambat asupan protein yang dibutuhkan oleh tubuh.

Mengenal Jenis-jenis Protein

Selain mengetahui apa itu protein dan apa fungsi protein bagi tubuh, Anda juga perlu memahami pembagian jenis protein. Dilansir dari Halodoc, protein memiliki tujuh jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Protein struktural; berfungsi untuk mempertahankan, membangun, dan mendukung struktur sel tubuh

  2. Protein antibodi; disebut juga sebagai protein defensif pelindung tubuh yang bermanfaat sebagai pengikat partikel asing berupa virus atau bakteri

  3. Protein transport; berfungsi membawa dan mengikat molekul kecil sel ke seluruh tubuh seperti hemoglobin yang bertugas mengikat oksigen dan menyebarkannya ke jaringan tubuh

  4. Protein penggerak; berguna untuk menggerakkan otot tubuh

  5. Protein enzim; jenis protein yang diperlukan dalam proses biokimia sehingga tubuh mampu mengubah zat makro menjadi bentuk yang lebih sederhana

  6. Protein hormon; berguna untuk mengatur fungsi dan tindakan hormon tubuh sehingga mampu bekerja mengirimkan pesan kimia lewat darah

  7. Protein pengikat; berfungsi menyimpan asam amino dan ion logam tubuh serta berperan sebagai cadangan makanan untuk menghasilkan energi saat dibutuhkan

Itulah tujuh jenis protein dalam tubuh beserta tugas masing-masingnya. Dengan demikian, agar kebutuhan protein terpenuhi, apa saja makanan yang perlu dikonsumsi?

Makanan yang Menjadi Sumber Protein

Sumber protein bisa didapatkan melalui sumber hewani dan sumber nabati. Namun, secara umum, berikut merupakan daftar makanan hewani yang terbukti memiliki kandungan protein tinggi.

1. Daging Ayam Tanpa Lemak

Bagian dada ayam mengandung protein tinggi. Dalam satu potong dada ayam tanpa kulit, terdapat protein sebesar 53 gram. Asalkan Anda mampu memasaknya dengan benar, daging ayam baik dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.

2. Daging Sapi

Daging sapi baik dikonsumsi dan mengandung protein tinggi. Dalam 10 gram daging sapi, terkandung sebanyak 26 gram protein. Namun, pastikan Anda memilih daging sapi tanpa lemak, ya!

3. Susu dan Yogurt

Dua jenis sumber protein hewani ini memiliki tekstur lembut dan kaya akan nutrisi. Selain rasanya yang enak, susu dan yogurt mengandung protein yang cukup tinggi. Dalam secangkir susu dengan 1% lemak, terdapat 8 gram protein, sedangkan 170 gram yogurt mengandung 17 gram protein dan 100 kalori.

4. Telur Ayam

Dalam satu butir telur ayam terdapat 6 gram protein dan 78 kalori. Tidak hanya kaya akan protein, telur juga menjadi sumber makanan hewani dengan kandungan lemak sehat, antioksidan, mineral, dan vitamin.

5. Ikan Tuna

Karena kandungan lemak dan kalorinya yang rendah, ikan tuna baik dikonsumsi khususnya jika Anda tengah melakukan program penurunan berat badan. Seperti jenis ikan lainnya, tuna juga kaya akan nutrisi dan asam lemak omega-3. Sementara itu, kandungan protein dalam 1 ons tuna mencapai 30 gram dan 157 kalori.

6. Keju Cottage

Keju ini terbuat dari susu sapi rendah lemak dan kalori. Keju cottage mengandung fosfor, kalsium, vitamin B2, vitamin B12, dan selenium. Dalam satu cangkir keju cottage dengan 2% lemak, terdapat 27 gram protein dan 194 kalori.

Selain sumber makanan hewani di atas, Anda juga akan mendapatkan asupan protein dari sumber nabati. Makanan nabati tersebut mampu mencegah risiko penyakit diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan mampu menurunkan berat badan.  Berikut ini sumber protein nabati yang mudah ditemukan.

7. Gandum

Termasuk dalam salah satu jenis makanan paling sehat, gandum kaya akan serat, mangan, magnesium, vitamin B1, dan nutrisi lainnya. Sementara itu, kandungan protein dalam gandum mentah bisa mencapai 13 gram.

8. Brokoli

Di setiap cangkir brokoli terkandung 2,8 gram protein. Brokoli juga termasuk sayuran yang kaya akan vitamin K dan vitamin C. Selain sebagai sumber protein nabati, brokoli juga mampu mengurangi risiko penyakit kanker.

9. Kacang Almond

Jenis kacang ini sangat populer di kalangan penikmat makanan sehat karena kaya akan nutrisi penting seperti serat, magnesium, vitamin E, dan mangan. Selain itu, 1 ons sajian kacang almond mengandung 6 gram protein.

10. Kedelai

Sumber makanan nabati ini mengandung sumber protein utuh karena terdapat 9 jenis asam amino esensial di dalamnya. Itulah sebabnya kedelai seperti edamame juga baik dikonsumsi sebagai camilan. Dalam satu gelas edamame yang dimasak, terdapat 18 gram protein.

11. Tahu dan Tempe

Dua jenis makanan yang mudah ditemui ini terbuat dari kedelai yang kaya akan protein. Walaupun cara mengolahnya berbeda, baik tempe dan tahu mengandung isoflavon, yaitu jenis antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dan memiliki efek positif terhadap kanker dan penyakit jantung.

12. Biji-bijian

Termasuk makanan yang kaya serat, biji-bijian baik dikonsumsi saat menjalani program diet. Salah satu jenis biji-bijian yang tidak hanya kaya akan serat, tetapi juga protein adalah chia seed.

Selain makanan-makanan di atas, masih banyak sumber protein hewani dan nabati yang memberikan manfaat positif untuk tubuh. Dengan mengonsumsi makanan di atas, Anda dapat mendukung fungsi protein dengan baik guna menjaga kesehatan tubuh.

Apa Jadinya Bila Tubuh Kekurangan Protein?

Jika tidak mendapatkan asupan protein yang cukup, tubuh berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan seperti berikut ini.

  • Produksi sel darah putih menurun sehingga tubuh rentan terhadap serangan virus dan kuman pembawa penyakit

  • Luka lebih lama sembuh

  • Kulit kering dan kusam

  • Berisiko terkena edema atau penumpukan cairan dalam jaringan dan rongga tubuh sehingga memicu pembengkakan

  • Tubuh sulit membangun sel kulit baru

Kelebihan protein juga dapat memicu masalah kesehatan seperti penyakit jantung, batu ginjal, dan kanker usus besar. Selain kelebihan protein, hal ini juga diakibatkan karena Anda terlalu sering mengonsumsi daging merah dan lemak jenuh. Oleh karena itu, konsumsilah protein dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Dukung asupan protein Anda dengan mengonsumsi dua gelas Anlene setiap hari. Tidak hanya protein, Anlene juga mengandung nutrisi penting lainnya seperti kalium, kalsium, serat, dan kolagen. Kombinasi nutrisi tersebut dapat menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, khususnya organ tubuh vital seperti tulang, otot, dan sendi. Yuk, mulai jaga asupan nutrisi tubuh dan jangan lupa minum Anlene setiap hari!

Referensi:

https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/fungsi-dan-makanan-protein/

https://www.guesehat.com/sebenarnya-apa-yang-dimaksud-dengan-protein

https://www.alodokter.com/fungsi-protein-penting-mendukung-tubuh-siap-beraktivitas

https://katadata.co.id/sitinuraeni/berita/61cacc3e3476f/fungsi-protein-bagi-tubuh-lengkap-dengan-jenis-jenisnya

https://www.superprof.co.id/blog/makanan-makanan-berprotein/